
Dilansir dari Chili Plant, ada beberapa faktor yang menyebabkan cabai tidak berkembang.
Kelebihan Air
Cabai yang memiliki kelembaban berlebih akan menyebabkan daunnya rontok. Untuk memeriksa kelembaban tanaman ini baik atau tidak, Anda bisa memasukkan jari ke dalam tanah, jika terasa basah artinya tanaman cabai terlalu banyak air.
Genangan air menyebabkan akar cabai cepat busuk.
Kekurangan Air
Kekurangan air dalam penyiraman juga dapat menjadi masalah bagi tanaman cabai ini. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabai kering, serta daun layu, dan akhirnya mati.Untuk mencegahnya, sirami sesekali jika terlihat tanah sudah mengering.
Kurang Sinar Matahari
Yang harus diketahui adalah cabai tidak suka cuaca dingin dan gelap, sehingga harus terkena sinar matahari minimal 9 jam. Lingkungan yang terlalu gelap dapat merontokkan daunnya.
Pupuk Berlebih
Pemupukan yang berlebih dapat menyebabkan tanah kering dan nutrisi dapat berkurang sehingga dapat merusak akarnya. Biasanya tanda-tanda cabai mengalami kelebihan pupuk daunnya akan menggantung dan rontok.
Hama
Periksa tanaman cabai dengan cermat untuk melihat apakah ada hewan kecil di atasnya. Khususnya bagian bawah daun harus diperiksa dengan seksama.
Jika menemukan serat halus yang berputar saat menyemprot tanaman dengan air, berarti ada laba-laba yang bersarang dan harus ditangani dengan baik.
Penyakit Jamur, Bakteri dan Virus
Infestasi mikroorganisme berbahaya seringkali dapat dikenali dari noda. Bintik kuning, coklat atau hitam dengan garis tepi yang tajam menunjukkan masalah yang lebih besar. Jika penyakit tanaman menyebar, daun akan rontok.
Satu-satunya solusi biasanya adalah menyemprotkan pestisida: fungisida melawan jamur, bakterisida melawan bakteri dan virucides melawan virus.
Penyebab daun cabe menjadi kuning dan rontok dapat juga diakibatkan karena tanaman cabe kekurangan unsur hara seperti:
- Nitrogen (N) = merupakan unsur penting yang berperan dalam biosintesis klorofil untuk bertindak sebagai promotor dalam fotosintesis tanaman. Unsur N juga membuat daun tanaman berwarna hijau tua dan segar. Jika unsur N hilang, maka tanaman akan mengalami klorosis dengan tanda dan gejala daunnya kuning;
- Unsur Zn = Sama seperti unsur N yang bertindak dalam biosintesis klorofil. Apabila tanaman cabe kekurangan unsur Zn akan mengalami gejala klorosis, bahkan kematian pada sel-sel daunnya;
- Unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K) = berfungsi sebagai penguat pada bagian tangkai daun, sehingga daun pada tanaman tidak mudah lepas dari ranting pohonnya. Kalsium dan Kalium juga dikait-kaitkan dalam hal biosintesis klorofil yang merupakan pigmen warna pada daun;
- Magnesium (Mg) juga penting untuk pemeliharaan jaringan daun, juga bertindak sebagai kofaktor dalam biosintesis enzim pada tumbuhan, yakni untuk fotosintesis, heriditer, dan pertumbuhan.
Kelima unsur hara yang disebutkan di atas dapat ditemukan pada pupuk kimia organik yang mengandung unsur N, Zn, Mg, Ca, K. Sehingga solusi penanganannya pastikan bahwa unsur hara di atas ada pada pupuk yang akan diberikan pada tanaman cabe yang anda tanam.
Selain kelima unsur hara di atas, ketercukupan air pada tanaman cabe juga penting diperhatikan oleh petani. Idealnya, lakukan penyiraman pada tanaman cabai, jika tanah di sekitar pusat tumbuh tanaman kering/tandus. Ketercukupan air ini penting untuk berbagai biosintesis lemak, protein, karbohidrat, enzim serta hormon pada tumbuhan.
Kekurangan air juga dapat merusak sistem regulasi tanaman, mempercepat penuaan dini pada tanaman, bahkan kerusakan dan kematian sel dan jaringan penting pada tumbuhan.

